Laba dan kas bukan hal yang sama
Laba dihitung saat transaksi terjadi, bukan saat uangnya diterima. Ketika Anda menerbitkan faktur Rp 50 juta hari ini, laporan laba rugi sudah mencatatnya sebagai pendapatan — meskipun uangnya baru masuk dua bulan lagi.
Inilah yang disebut basis akrual. Ia memberi gambaran kinerja yang lebih jujur, tetapi tidak memberi tahu Anda berapa uang yang benar-benar tersedia hari ini.
Lima penyebab paling umum
1. Piutang menumpuk
Penjualan naik, tetapi pelanggan membayar 30–60 hari kemudian. Di laporan Anda untung; di rekening Anda menunggu. Semakin cepat usaha tumbuh, semakin besar uang yang tertahan di piutang.
2. Persediaan menyerap kas
Setiap rupiah yang berubah menjadi stok adalah rupiah yang tidak bisa dipakai membayar gaji. Stok yang lambat terjual adalah kas yang terkunci di gudang.
3. Membeli aset dari kas operasional
Membeli kendaraan atau mesin mengurangi kas secara penuh di bulan pembelian, tetapi di laporan laba rugi hanya muncul sebagian kecil sebagai penyusutan. Kas turun tajam, laba tampak baik-baik saja.
4. Membayar pokok pinjaman
Cicilan pokok tidak muncul sebagai beban di laba rugi — hanya bunganya. Jadi kas keluar tanpa menurunkan laba.
5. Prive atau pengambilan pemilik
Uang yang diambil pemilik bukan beban usaha, sehingga tidak mengurangi laba. Tetapi kas jelas berkurang.
Cara memantaunya
Laporan laba rugi saja tidak cukup. Anda butuh dua hal tambahan:
Laporan arus kas — menunjukkan uang masuk dan keluar sesungguhnya, dipisah menjadi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Proyeksi kas 13 minggu — perkiraan sederhana kas masuk dan keluar tiga bulan ke depan. Ini yang memberi peringatan dini sebelum kas benar-benar menipis.
Tiga langkah yang bisa dilakukan minggu ini
Hitung berapa lama rata-rata pelanggan Anda membayar. Bila lebih dari 45 hari, kebijakan tempo perlu ditinjau.
Pisahkan daftar stok yang tidak bergerak lebih dari 90 hari. Itu kas yang sedang tidur.
Buat perkiraan kas masuk dan keluar untuk empat minggu ke depan — cukup di spreadsheet sederhana.
- Laba dihitung saat transaksi terjadi; kas dihitung saat uang berpindah.
- Piutang, persediaan, pembelian aset, cicilan pokok, dan prive adalah penyebab tersering.
- Pantau arus kas dan buat proyeksi 13 minggu, jangan hanya membaca laba rugi.